BICARAINDONESIA-Riau : Proses autopsi mayat pegawai negeri sipil (PNS) berinisial FY (40) rampung. Mayat itu diketahui ditemukan tewas dengan kondisi leher terikat dalam mobil di parkiran basemen DPRD Riau.
Dari hasil autopsi memperlihatkan ada bekas benda tumpul di leher korban. Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Andri Setiawan menyebut FY meninggal dunia usai lemas akibat mendapat pukulan oleh benda tumpul di leher.
“Penyebab kematian adalah adanya kekerasan benda tumpul di leher yang menekan jalan napas. Ini ditandai adanya asfiksia (mati lemas),” ujar Andri dikutip dari Detik, Selasa (13/9/2022).
Korban tewas diperkirakan antara 12-72 jam sebelum ditemukan oleh saksi.
Selain akibat benda tumpul, terdapat juga luka di telapak tangan yang menurutnya hingga saat ini masih dianalisis oleh tim dokter forensik.
“Ada luka di telapak tangan, tapi ini tidak signifikan membuat kematian,” kata dia.
Saat ini, polisi masih belum bisa menyimpulkan apakah korban mengalami kekerasan hingga meninggal atau bunuh diri.
Namun, kata Andri, penyidik masih terus melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan CCTV.
Polisi juga telah memeriksa 12 saksi dari 17 saksi, satu di antaranya adalah FR atau F. FR merupakan PNS Sekretariat Dewan DPRD Riau yang diduga memiliki hubungan kedekatan dengan korban FY.
“Belum dapat kami pastikan (penyebab kematian),” kata dia.
Penemuan mayat FY berawal dari seorang sekuriti yang curiga melihat pintu mobil terbuka di parkiran basemen DPRD Riau sejak Sabtu (10/9) pagi.
Kemudian, sekuriti tersebut melihat FY sudah tidak bernyawa di dalam mobil minibus. FY ditemukan dengan kondisi leher yang terikat tali.
Polisi kemudian mengonfirmasi FY merupakan ASN di Dinas Pemberdayaan Perempuan. Polisi juga telah mengamankan CCTV dari lokasi di basement dan beberapa titik di kantor DPRD Riau. Semua CCTV itu akan dikonfrontasi untuk melihat peristiwa di lokasi kejadian.
No Comments